Tips Penting Sebelum Meminjamkan Uang Pada Pacar

Dalam dunia berpacaran, jika pasangan kita sedang membutuhkan bantuan sudah pasti kita wajib membantu jika ingin dibilang pasangan yang baik. Bantuan yang diinginkan pun biasanya berupa uang karena uang merupakan yang paling sering menjadi masalah pada seseorang. Namun ada anggapan dari banyak orang jika pinjam-meminjamkan uang kepada kekasih merupakan larangan berat. Beberapa psikologis juga mengemukakan jika kita meminjamkan uang kepada pasangan, hal itu akan mengakibatkan kecanduan dan bisa keterusan kalau kita terus-terus memberinya pinjaman. Jika pasangan kita bisa mengembalikan pinjamannya ya itu tidak masalah, namun jika utang yang dipinjam tak kunjung kembali itu akan berakibat berkurangnya rasa percaya kepada pasangan.
Nah, walaupun jika pasangan kita meminjam uang kita buakn berati dia punya niat buruk. Namun kita juga kudu harus berhati-hati karena banyak kasus dimana seorang pria atau wanita hais-habisan meminjamkan uang kepada kekasihnya namun uangnya tidak kembali malah dia ditinggal pergi pasangannya. Di sisi lain, meminjamkan uang kepada kekasih bisa menjadi salah satu cara menunjukan rasa cinta apalagi jika sang kekasih tidak mendapatkan sumber pinjaman lain.
Berikut hal penting sebelum meminjamkan uang kepada kekasih ;
1.  Kenali Karakter Anda

Ciri Pria atau Wanita yang materialistis terlihat saat dia merasa beruntuk karena memiliki kekasih yang selalu senang karena dibutuhkan. Masalahnya banyak pria dan wanita yang merasa bangga jika ia dibutuhkan oleh pasangannya. Hal inilah yang perlu Anda perhatikan apakah Anda meminjamkan uang karena merasa dibutuhkan atau karena Anda takut ditinggal sang kekasih jika tidak meminjamkan?? Jika Anda meminjamkan uang karena takut ditinggalkan, maka Anda bisa dimanfaatkan oleh pasangan Anda. Sebaiknya Anda jangan meminjamkan uang karena alasan takut ditinggal pasangan.
2.  Kenali Karakter Dia

 

Jika pasangan Anda berkata “Mau beli Laptop terbaru tapi uangku lagi gak ada, aku boleh pinjam uang kamu, enggak??” maka bisa dicurigai kalau pasangan Anda merupakan pasangan yang materialistis. Jika pasangan berani meminjam uang untuk kebutuhan konsumtif saat masih pacaran, maka bisa dibilang dia merupakan orang yang materialistis.
3.  Tentukan Jangka Waktu Pengembalian

 
Jika pasangan Anda meminjam uang dalam jumlah yang tak terlalu banyak mungkin itu bukan masalah untuk Anda. Anda juga bisa melihat apakah uang yang Anda pinjamkan dikembalikan atau tidak oleh pasangan Anda secara tepat waktu. Jika tidak dikembalikan Anda perlu was-was jika ia meminjam lagi dari Anda. Untuk lebih aman, buatlah perjanjian jangka waktu pinjaman. Jika pasangan Anda tidak mengebalikan uang secara tepat waktu maka Anda sebaiknya tidak meminjamkannya lagi untuk yang berikutnya.
4.  Tumbuhkan Sifat Ikhlas
Terkadang pinjam-meminjam uang ini dikaitkan dengan lamanya kita berpacaran dan juga kedekatan Anda dan pasangan. Namun, soal pinjam meminjam ini tidak Anda kaitannya dengan lamanya berpacaran atau kedekatan Anda dengan dia. Jika hubungan Anda telah berjalan lama, kemudian ia meminjam uang dalam jumlah banyak tapi tiba-tiba kalian putus dan uang Anda tidak dikembalikan. Apa yang akan Anda lakukan?? Maka dari itu dalam menentukan urusan jumlah pinjaman uang, diperlukan keikhlasan dari Anda untuk membantu dan meminjamkan. Intinya, berapa pun uang yang akan Anda pinjamkan kepada pasangan, namun ia tidak mengembalikannya, setidaknya Anda sudak siap mengikhlaskan uang Anda.

5.  Ketahui Tujuannya

Sebelum meminjamkan uang Anda, ketahui dulu untuk tujuan apa dan apa yang akan ia lakukan dengan uang tersebut. Jika pasangan Anda meminjam uang untuk bisnis atau membantu saudaranya yang terkena musibah, Anda boleh saja meminjamkannya. Namun jika pasangan Anda meminjam uang untuk kesenangan pribadinya atau untuk konsumsi pribadi, sebaiknya Anda tidak meminjamkannya. Pasangan yang baik tidak akan meminjamkan uang kepada kekasihnya untuk berfoya-foya semata karena akan menyebabkan kekasihnya tersebut menjadi orang yang manja dan hanya mengandalkan pemberian orang lain. Tapi jika bertujuan untuk membangun rumah bersama, ya tidak ada masalah hanya saja perlu ada catatan hitam diatas putih.
6.  Perlu Membuat Perjanjian Hitam diatas Putih
Melakukan hal diatas hanya diperlukan jika paangan Anda meminjam uang dalam jumlah besar. Walaupun yang meminjam itu pasangan Anda sendiri tapi Anda juga harus tegas ututk melakukan perjanjian ini. Bagi masyarakat Indonesia hal ini memang belum terlalu banyak dilakukan. Mungkin dengan cara ini pasangan Anda akan merasa tidak dipercaya atau merasa dicurigai. Jika dia merasa seperti itu, maka Anda harus membicarakannya dan juga meyakinkannya. Pasangan yang meminjam uang untuk alasan yang baik pasti akan mengerti dan juga tidak masalah dengan diadakannya perjanjian diatas putih ini.
7.  Berani Katakan Tidak
Jika Anda merasa pasangan Anda meminjam bukan untuk tujuan yang baik, dan Anda tidak ingin meminjamkannya, maka katakanlah ‘TIDAK’ pada pasangan Anda. Mungkin banyak dari Anda yang sering merasa kasihan atau terlalu sayang dan cinta pada pasangan sehingga Anda dengan asik meminjamkan uang walau Anda tau itu bukan untuk tujuan yang baik. Hal ini dapat menjerumuskan Anda dan juga pasangan Anda dalam masalah keuangan. Jika setelah Anda mengatakan tidak kepada pasangan dan ia merasa kecewa apalagi memaksa, maka sebaiknya Anda memikirkan kembali untuk brpacaran dengannya. 
Sekian dulu tips dari saya semoga artikel saya ini bisa membantu Anda.
TERIMA KASIH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *